Panduan lengkap untuk mengelola arisan keluarga, kantor, atau komunitas menggunakan KomuKamu
Arisan adalah tradisi keuangan Indonesia di mana sekelompok orang berkumpul secara berkala, masing-masing menyetor sejumlah uang yang sama, dan satu orang mendapat giliran menerima total setoran (melalui kocokan atau urutan). KomuKamu membantu kamu mengelola arisan secara digital:
Sebelum memulai, tentukan hal-hal berikut:
Buat akun baru atau login dengan akun yang sudah ada.
Klik "Buat Komunitas" dan pilih tipe "Arisan".
Beri nama arisan (contoh: "Arisan Keluarga Pak Budi", "Arisan Kantor Marketing").
Komunitas arisan kamu siap! Kamu otomatis menjadi admin/bendahara.
Tentukan nominal dan periode setoran:
10 peserta × Rp 500.000 = Rp 5.000.000 per periode. Penerima arisan mendapat Rp 5.000.000.
Undang semua peserta arisan untuk bergabung:
"Halo! Arisan kita sekarang pake aplikasi KomuKamu biar lebih gampang. Yuk daftar di komukamu.id dan masukkan kode: ABC123 untuk gabung. Nanti bisa cek status setoran sendiri."
Setiap periode arisan, catat setoran dari peserta:
Peserta login, buka Iuran → Submit Pembayaran, upload bukti transfer. Bendahara tinggal verifikasi.
Sistem akan mengirim reminder ke peserta yang belum setor 3 hari sebelum jatuh tempo.
Tentukan penerima arisan dengan kocokan digital yang transparan:
Acak peserta yang belum dapat. Cocok untuk arisan yang lebih seru!
Berdasarkan urutan daftar. Cocok untuk yang sudah fix jadwal.
Pantau status arisan dengan berbagai laporan:
Siapa yang sudah setor dan siapa yang belum per periode
Daftar siapa yang sudah dapat arisan dan kapan
Total uang yang terkumpul saat ini
Peserta yang belum mendapat giliran
Sistem akan menandai peserta tersebut sebagai "Belum Lunas". Kamu bisa tetap lanjut kocokan atau tunggu sampai semua lunas.
Ya, admin bisa mengassign role Bendahara ke anggota lain melalui menu Admin → Anggota.
Sebaiknya tentukan aturan di awal. Jika peserta sudah dapat arisan, wajib tetap setor. Jika belum dapat, bisa digantikan peserta baru.